Selasa, 22 Mei 2012
Haris Muslim, MA PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 10 November 2008 06:01
Lahir di Bandung, 9 Juni 1974, Menikah tahun: 2002 dikaruniai 1orang anak, Ghiyats Eddien Zayd Elharits

Tiba di Mesir : 1997

Alamat di indonesia : Jl. Mahmud no 143 Ds. Rahayu RT 05/08 Kec. Margaasih Kab. Bandung Jawa Barat 40218

Alamat di Mesir : Bld 37 B/13 Swesry B 10 th District Nasr City Cairo Telp: 24108104

Email : Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Kekeluargaan : KPMJB

Institusi Pendidikan : American Open University, Fakultas Dirasah Islamiah, Jurusan Syari’ah

Tanggal Munaqasyah : 5 Agustus 2008

Dengan predikat : Mumtaz

استثمار أموال الزكاة وتطبيقه في أندونيسيا ؛ دراسة فقهية مقارنة

(Investasi Zakat dan Aflikasinya di Indonesia ; Study Fikih Komparatif)

Lama Pendidikan S2 : 7 tahun, ( 2001 - 2008)

Rencana kelanjutan study : Pulang ke Indonesia untuk mengabdi di Pesantren dan Melanjutkan S3 di salah satu Universitas di Indonesia.

Riwayat Pendidikan

SDN Cibolerang Bandung, 1987; MTs Persis No 32,1990; MA Mu’allimin Persis No 19, 1993; S1 Al-Azhar University Fak. Syari’ah Qanun, Jurusan Syariah Islamiah, 2001.

Kesan selama menempuh pendidikan Di Mesir :

Tidak semuanya menyenangkan, kadang bosan, sering sebal dengan ijroat yang njelimet, dll. Tapi itulah Mesir. Unik. Disini kita tidak hanya belajar dari bangku kuliah, tapi belajar dari lingkungan kita sehari-hari, belajar dari kehidupan, banyak ilmu yang bisa dipetik, dan banyak ibrah yang bisa diambil. Kesan yang paling mendalam saya rasakan ketika berinteraksi secara intensive dengan musyrif (dosen pembimbing), dan dengan dosen penguji beberapa waktu menjelang munaqasyah. Ternyata mereka itu disamping ulama yang capable dibidangnya, mereka begitu tawadhu, begitu mengayomi, begitu mempunyai perhatian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap ilmu, begitu sayang terhadap thalabah, bagaikan seorang bapak kepada anaknya. Saya menemukan karakter ulama sejati pada diri mereka. Dan Mesir sangat kaya dengan ulamanya. Sayang kita sering tidak “memanfaatkan” mereka.

Pesan Bagi Mahasiswa Lain :

Belajar di Mesir banyak rintangan dan tantangannya. Tetap semangat, pantang menyerah, suatu saat hasilnya akan bisa antum petik.

Bookmark with:

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine

Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya: