Selasa, 22 Mei 2012
Iin Suryaningsih, MA. PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Nasrul Fahmi Zaki Fuadi   
Rabu, 15 September 2010 20:56

Lahir di Jakarta pada tanggal 29 april 1981. Menikah dengan Nur Wahid dan telah dikaruniai seorang putra bernama Ahmad Syauqi.

Tiba di Mesir
:
16 maret 2007
Alamatsdisindonesia:
Perum.Pesona Laguna blok C3/33


Cimanggis Cilangkap Depok


Jawa Barat
Alamat di Mesir
:
Madinah el-buus el-islamiyah
Kekeluargaan
:
(KMB) - Keluarga Mahasiswa Banten
Email
:
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Nomer Telpon/HP
:
+20118852678 / +6281325755008
Fakultas / Jurusan
:
Tahqiq Turats wa 'ilm al-Makhtutoth (filologi)
Universitas
:
Jami'ah Dual al-Arobiyah (liga Arab)




Judul Tesis :

غاية الوصول إلى علم الفصول لشيخ الإسلام زكريّا الأنصاريّ

(الشّرح المختصر لفصول المهمّة لابن الهائم في الفرائض)

تحقيق ودراسة


Ghayat al-Wushul ila 'ilm al-Fushul li al-Syaikh al-Islam zakariyya al-Anshari

(syarh mukhtashar li al-Fushul al-Muhimmah li ibn al_Haim fii al-Faraidh)

 
 
Tanggal Munaqasyah :
14 juli 2010
Predikat :Jayyid Jiddan
Lama Pendidikan :3 tahun
Rencana Kelanjutan Studi :-
Riwayat Pendidikan :SDN Lagoa Jakarat Utara. Tamat 1993


Mts Nu.Pi Buntet Pesanteren Cirebon, Tamat 1996


MA Darul Iman Pandeglang Banten, Tamat 1999


UIN syarif Hidayatullah Jakarta. Tamat 2003


Univ.Liga Arab Kairo, Tamat 2010


Kesan Selama Menempuh Pendidikan di Mesir :
Mesir tidak hanya memberikan peluang untuk saya kembali berani bercita-cita untuk meneruskan masa depan pendidikan yang sempat tertunda. Lebih dari itu semua ia mengajarkan saya hakikat menjalani hidup dan mengikatkan keyakinan saya bahwa kesungguhan, harapan, do'a dan tawakkal adalah sesuatu yang tidak terpisahkan dari perjalanan manusia jika hendak merasakan nikmatnya menjadi hamba yang selalu bersyukur.

Pesan Kepada Mahasiswa Lain:
Kenyataan bahwa tidak mudahnya belajar dan terus bertahan hidup di Mesir bagi beberapa kondisi di kalangan mahasiswa merupakan hal yang paling berat untuk membangun kepercayaan diri bahwa kita hanya mampu berusaha sebaik mungkin karena apapun hasil yang kita dapatkan setelah memaksimalkan upaya tersebut adalah kehendakNya. Tetap istiqomah pada niat, selalu optimis menghadapi ujian apapun, yakinkan diri bahwa kecerdasan dan hasil pencapaian kita terhadap sesuatu di dunia yang tampak oleh orang lain bukan satu-satunya hal yang wajib ada. Karena penilaian yang hakiki di mata Allah Swt. adalah ikhtiar, amal,dan tawakkalnya seseorang dalam menjalankan kehidupannya.

Bookmark with:

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine

Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:

LAST_UPDATED2