| Aep Saepulloh Darusmanwiati, MA. |
|
|
|
| Ditulis oleh Nasrul Fahmi Zaki Fuadi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Selasa, 29 Juni 2010 00:45 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Judul Tesis :
دراسة وتحقيق من مباحث المشروعات إلى نهاية الكتاب (مباحث في العقل) من كتاب تهييج غصون الأصول لخضر بن محمد الآماسي المتوفى سنة 1100 هـ (Kajian Filologis Kitab Tahyîj Ghushûn al-Ushûl karya Khidir bin Muhammad al-Âmâsy al-Hanafy (wafat pada tahun 1100 H), Dari Pembahasan al-Masyrûât Sampai Akhir Kitab (Pembahasan Tentang Aql)”.
Kesan selama menempuh pendidikan di Mesir: Saya betul-betul digembleng dari semua sisi kehidupan, mulai dari perlunya kesabaran, kerja keras, pantang menyerah, kesungguhan sampai kurang dan cukupnya materi. Semua ini merupakan pengajaran paling berharga sekaligus bekal untuk menghadapi kehidupan dakwah yang lebih ril di Indonesia kelak. Pesan bagi mahasiswa lain: Demikian juga kita di Mesir ini, betapa banyak ilmu dan pengetahuan yang tersimpan di dalamnya. Jangan sampai kita terbius, mati, terlena dan juga tidak memanfaatkan 'makanan-makanan' yang ada di dalamnya. Mari kita bangkit, untuk lebih mempergunakan waktu dan kesempatan kita di Mesir ini sebaik mungkin. Kita adalah orang-orang pilihan Allah yang diberikan kenikmatan dapat belajar di Mesir ini, jangan sampai kita sia-sia kan nikmat terbesar ini. Jutaan orang yang hanya dapat bermimpi atau berangan-angan ingin belajar di Mesir ini, namun mereka tidak dapat mewujudkannya. Bahkan, awal kepergian kita diiringi doa dan tahlil dari semua masyarakat, keberadaan kita diiringi doa, tangis, munajat orang tua tercinta kepada Yang Maha Kuasa, karena itu jangan kecewakan mereka. Mereka adalah orang-orang paling berjasa dalam hidup kita. Bekerja keraslah untuk terus belajar, baca dan bacalah sebanyak mungkin buku dan kitab. Yang membedakan anda dengan para professor itu bukanlah lama pendidikan atau kepintarannya, tapi kemauan, kerja keras dan banyaknya membaca. Baca, baca dan baca, insya Allah dengan sering membaca kita akan menggenggam dunia. Ketahuilah, setiap keringat yang keluar ketika kita membaca dan mencari ilmu, kelak akan menjadi mutiara-mutiara indah di sisi Allah. Mari kita resapi, dan renungi untaian kata indah baginda Rasulullah saw, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr, Imam Ghazali, juga al-Mundziri, dan al-Iraqi dalam Takhrij Ahadits al-Ihya (1/58), menilainya sebagai Hadits Hasan. Muadz bin Jabal bertutur, Rasulullah saw bersabda: "Pelajarilah ilmu sebaik mungkin, karena mempelajarinya karena Allah merupakan satu bentuk kekhusyu'an, mencarinya adalah ibadah, menghafalnya adalah tasbih, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah shadaqah, dan menyampaikan kepada ahlinya adalah sebuah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu adalah kunci mengetahui halal dan haram, penerang jalan-jalan para penghuni surga, teman sejati ketika menyendiri kelak di dalam kubur, kawan dekat ketika merasa terasing kelak, juru bicara di kala sunyi, petunjuk tatkala senang dan susah, serta senjata utama untuk melawan musuh….". Hadânallâh wa iyyâkum ilâ mâ fîhi khairun lil islâmi wal muslimîn, amiiin. Jazâkumullah khairan katsîrâ. Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| LAST_UPDATED2 |




Lahir di Ciamis pada tanggal 15 April 1976. Menikah dengan Rina Kustriani, S.Ds.