| Bincang Wawasan dan Perpisahan Tokoh PCINU Mesir |
|
|
|
| Sabtu, 24 Juli 2010 10:38 |
![]() Dr. Abdul Ghofur Maemun, MA pada malam tersebut menyampaikan kesannya selama menempuh pendidikan di Al Azhar, mulai jenjang strata satu, master dan akhirnya menyelesaikan jenjang doktoralnya dengan nilai Cumlaude. Baginya, belajar di Mesir merupakan anugerah dan kemerdekaan, dimana untuk mempelajari keberagaman khazanah Islam dari sisi madzab/sekte apapun tidak dilarang. Namun, ia juga berpesan bahwa dalam mengaplikasikannya kita harus pandai memilah dan memilih, terlebih jika keragaman khazanah tersebut diimpor ke dalam masyarakat muslim di tanah air. Adapun Dr. Fadlolan Musyaffa, MA juga menyampaikan kesannya selama menempuh pendidikan hingga menyelesaikan jenjang doktoralnya, bedanya beliau menempuh pendidikan sarjana di Al Azhar Mesir, sedangkan studi master dan doktoralnya ditempuh di Khartoum Sudan. Pada malam itu, bapak tiga anak yang juga menjabat sebagai Rois Syuriah PCINU Mesir tersebut mengingatkan kepada mahasiswa Indonesia di Mesir khususnya kaum Nahdliyyin untuk menjadi pembaharu dalam me-reinterpratasi ajaran Islam yang shalihun li kulli zaman wal makan (relevan di setiap situasi dan kondisi). Atase Pendidikan KBRI Cairo, Prof. Dr. Sangidu Assofa M.Hum yang menyempatkan hadir pada acara tesebut menyampaikan apresiasinya terhadap peran serta kedua tokoh tersebut dalam mengayomi dan membimbing mahasiswa Indonesia selama berada di Mesir. Dalam kesempatan sama, beliau juga berpesan kepada sekitar 90 warga Nahdliyyin yang hadir untuk mensuritauladani kegigihan dan semangat dua tokoh tersebut dalam memperkaya dirinya dengan khazanah kelimuawan serta menyelesaikan studinya hingga ke jenjang doktoral. Sementara itu ketua Tandfidziyah PCINU Mesir, Muhlashon Jalaluddin, Lc. mengungkapkan apresisasinya kepada kedua tokoh tersebut atas peran, andil dan dedikasinya dalam memperjuangkan dan menjalankan roda jam`iyyah an nahdliyyah di bumi kinanah ini. Dalam kesempatan yang sama, beliau berharap kepada warga nahdlyyin untuk belajar berstrategi sedini mungkin dalam penyampaian keilmuwan islam ke Indonesia pada nantinya.
Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:
|
















