| Karnaval Kata dan Peresmian WSC |
|
|
|
| Senin, 03 Mei 2010 13:19 |
![]() Dubes berharap dengan berdirinya WSC sebagai komunitas resmi dunia kepenulisan Masisir mampu menciptakan kader-kader penulis handal yang diharapkan bisa memberikan sumbangsih besar untuk kemajuan bangsa. “Jangan berhenti membaca, menulis, berkreasi dan berfikir di mana pun dan kapan pun”, sarannya kepada sekitar 100 peserta yang hadir. Sementara itu, Atase Pendidikan, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. yang berkesempatan hadir pada acara yang dihelat di Aula Griya Jawa Tengah Nasr City tersebut juga menyampaikan bahwa menurut penilaiannya, Masisir mempunyai potensi dan kesempatan yang besar untuk berkarya dalam bidang tulis menulis. Oleh karena itu, selain mengapresiasi, beliau berharap komunitas WSC menggali potensi itu dan tidak menyia-nyiakan literatur dan khazanah keilimuan yang ada di Mesir ini. Pada sesi Talkshow, rangkaian acara yang bertajuk “Meniti Anak Bangsa 2018” tersebut menghadirkan Imazahra Fatimah, penulis buku Best Seller “Long Distance Love”. Dalam paparannya, ia memberikan metode kepenulisan yang benar dan beberapa trik dan motivasi menulis sebuah buku. Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta tersebut mempunyai multi agenda, yang antara lain; launching majalah dan Website WSC, Pelantikan 11 wisudawan sekolah menulis WSC, Launching dan bedah buku “Quantum Motivation” karya Miftahurahman al Banjary (anggota WSC) dan penghargaan Litterary Award oleh pendiri WSC Udo Yamin Majdi. Selain itu, juga diumumkan pemenang lomba menullis naskah buku dan esai kisah nyata dengan tema “Menuju Perjuangan Indonesia yang Mandiri dan Kreatif” yang telah dibuka sejak Mei 2009 yang lalu. Lomba menulis yang lebih dikenal dengan lomba Jaizah Dubes tersebut dimenangkan oleh Martina Purna Nisa pada kategori Kisah Nyata dan Esai-nya dan kategori naskah buku dimenangkan oleh Muhammad Irja Majdi. Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:
|
















