| Diskusi Kebahasaan |
|
|
|
| Jumat, 26 Maret 2010 08:00 |
![]() Dalam kesempatan itu, Sidqon Maesur, MA mengatakan bahwa perkembangan sastra Arab itu berawal dari munculnya syair dan nastr (prosa) di zaman sastra Jahiliyah. Adanya sebuah sastra baru, seperti novel dan cerpen itu berkembang pada abad ke-20 yang terinspirasi dari novel-novel Barat. Peneliti novel yang pernah belajar di Univ. Al Azhar ini menambahkan, sastra Arab perlu dikaji lebih lengkap untuk menentukan keutentikan sebuah karya karya. Sementara itu, Nur Anisah Ridwan menambahkan, keindahan sebuah sastra Arab itu terletak dari kalimatnya, karena meski jika ada seseorang yang tidak paham dengan artinya pun, sastra Arab akan kelihatan enak didengar. Peneliti syair Arab UGM ini menghimbau pada segenap yang hadir untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya supaya dapat menerjemah sastra Arab ke bahasa Indonesia. Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:
|
















