| Beri Dukungan dalam Menghadapi Ujian, Dubes RI di Mesir Kunjungi Mahasiswa di Asrama Bu`uts |
|
|
|
| Selasa, 19 Januari 2010 00:00 |
![]() dikbudcairo.org - Duta Besar RI untuk Mesir, A.M. Fachir didampingi oleh Atase Pendidikan, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum., dan Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Muhammad Taufiq, pada tanggal 17 Januari 2010 sore melakukan kunjungan ke Asrama mahasiswa asing Al-Azhar (Islamic Students City) Abbasea. Kunjungan dimaksudkan untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa Indonesia yang sedang menghadapi ujian termin pertama di Universitas Al-Azhar. Musyrif `Aam `ala Mudun el-Buuts el-Islamiyah (Direktur Asrama-asrama Mahasiswa Asing Al-Azhar), Sheikh Abdel Moneim Fouda, dalam sambutan pengantarnya pada pertemuan Dubes A.M. Fachir dengan mahasiswa Indonesia penghuni asrama, antara lain mengatakan bahwa kunjungan Bapak Duta Besar RI kali ini adalah satu kehormatan tersendiri bagi Al-Azhar dan Asrama mahasiswa asing. Kunjungan ini adalah satu bentuk perhatian yang sangat besar kepada mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Mesir. Fouda menambahkan bahwa mahasiswa Indonesia di asrama ini berjumlah 460 orang dari seluruh penghuni asrama mahasiswa asing Al-Azhar yang berjumlah 4500 orang. Jumlah tersebut adalah yang paling tinggi dibandingkan mahasiswa asing yang berasal dari negara-negara lain yang jumlahnya 109 negara. Hal ini merupakan satu bukti eratnya hubungan Indonesia dan Mesir, dan ini juga merupakan berkah dari Sheikh Al-Azhar dan Duta Besar A.M. Fachir. ![]() Atase Pendidikan, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum., dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan sambutannya yang antara lain mengatakan bahwa, Bapak Duta Besar memiliki perhatian yang sangat besar kepada kelancaran studi mahasiswa Indonesia di Mesir. Kunjungan ini adalah satu dari bentuk perhatian yang beliau lakukan, di samping dukungan lainnya yang diberikan demi peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Menyinggung masalah ujian, Prof. Sangidu, antara lain menasehati agar mahasiswa tidak belajar layaknya “wayangan”, yaitu yang mengandalkan belajar semalam suntuk (semalam penuh non-stop, layaknya pertunjukan wayang kulit), tetapi hendaknya melakukannya secara rutin setiap hari meskipun tidak terlalu lama. Sebelum pertemuan di Aula Asrama Putra, Duta Besar A.M. Fachir, disambut oleh Direktur Asrama beserta jajaran di Kantornya, dan dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa kamar mahasiswa Indonesia yang terletak di Gedung “Awlad Ragab”. Setelah pertemuan dengan mahasiswa Indonesia di Aula Asrama Putra, Duta Besar bersama Direktur Asrama menuju Asrama Putri, yang lokasinya hanya dipisahkan oleh jalan raya di depan asrama, untuk bertemu dengan mahasiswi Indonesia penghuni asrama putri, di Aula Asrama Putri. Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:
|

















