| Pelatihan Menulis DPP Zaqaziq |
|
|
|
| Kamis, 30 April 2009 13:41 |
|
Dalam kesempatan itu, Ahmad Musyafa' yang memaparkan materi penulisan non-fiksi mengungkapkan bahwa kekuatan tulisan non-fiksi terletak pada banyaknya data yang disajikan, dan tingkat mutu karya non-fiksi dapat dinilai dari banyaknya data, dan tingginya akurasi data yang dijadikan dasar di dalam menganalisis sebuah permasalahan. Semenatara itu, Arif Friyadi yang berbicara tentang karya fiksi, antara lain menyinggung perkembangan penulisan karya fiksi di Indonesia. Ia mengatakan bahwa karya fiksi terbagi dalam dua aliran, islami dan non-islami. Selanjutnya, Penulis novel 'Mengapung Bersama Nil' ini juga menceritakan tentang sejarah berdirinya kelompok penulis muda yang dinamis dengan nama FLP (Forum Lingkar Pena) pada tahun 1997. Forum ini, seperti yang dituturkan, adalah sebagai wadah bagi para penulis yang cenderung menggali budaya kaum muda santri, dengan imaginasi ideal, lalu dituangkan dalam karya fiksi. Diharapkan karya-karya fiksi Islami ini bisa menjadi bacaan alternatif di tengah-tengah karya fiksi yang liberal yang sudah lama menguasai pasar sastra di Indonesia. Di dalam forum dialog, para peserta lebih banyak meminta rahasia menulis dan trik menciptakan karya menarik yang layak dibaca oleh masyarakat dalam berbagai tingkat pendidikan dan profesi. Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:
|
















