| Cangkir Wisma |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
| Senin, 16 Februari 2009 08:52 |
|
Acara yang bertempat di Wisma Nusantara pada tanggal 15 Februari 2009 itu bertemakan: "Rancang Pikir Wawancara dan Isi Hati Mahasiswa (Cangkir Wisma) yang membahas tentang Restuksi dan Solusi Problematika MABA. Presiden PPMI, Abdullah Yazid mengatakan, permasalahan keterlambatan calon mahasiswa baru sudah terjadi sejak 2 tahun yang lalu. Tapi tahun ini tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Sebanyak 518 calon mahasiswa baru Al Azhar tidak diberangkatkan karena tidak mendapatkan visa dari kedutaan Mesir di Jakarta. Dengan adanya Cangkir Wisma kali ini, diharapkan dapat menemukan solusi agar permasalahan seperti ini tidak terulang lagi.
Sementara itu cecep Taufiqurrahman, S.Ag mengatakan, permasalahan ini muncul karena kurang adanya hubungan baik antara Departemen Agama RI dan Kedutaan Mesir di Jakarta. Disatu sisi, Kedutaan Mesir menyalahkan Depag yang memonopoli tes kemampuan akademik bagi calon mahasiswa yang akan belajar di Mesir. Hal ini mengakibatkan perekrutan calon penerima beasiswa Al Azhar dibagi dengan Kedutaan Mesir. Adapun Muhammad Abdullah Al Amiry salah satu Mitra Mediator Al Masry mengatakan, selaku mitra moderator di Indonesia ia sangat berterimakasih pada KBRI dan PPMI yang telah banyak membantu dalam pengurusan mahasiswa baru. Menurutnya, KBRI, PPMI dan Mitra Moderator di Mesir telah bekerja keras untuk mempercepat pengurusan pendaftaran agar dapat berangkat lebih awal. Ia juga menghimbau kepada para modiator di Indonesia untuk bekerja dengan penuh semangat dan terus berusaha agar camaba dapat berangkat ke Mesir secepatnya. Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:
|




