Selasa, 22 Mei 2012
Seminar Palestina. PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Minggu, 15 Februari 2009 09:20

Dalam rangka ulang tahunnya ke 14, SINAI (Study Alam Islami) gelar rentetan acara yang dimulai tanggal 11 Februari 2009 dengan Seminar Palestina di Wisma Nusantara. Acara yang menghadirkan dua narasumber yaitu; Haris Ramlan, Lc dan Taryudi Kasimun, Lc itu dibuka jam 12.30 dengan deklamasi puisi Palestina.

Setelah Asar, dialog yanh dimoderatori oleh Umar Faruq, Lc tersebut dimulai. Secara bergantian, dua presentator bergantian memberikan ulasan tentang Palestina. Haris Ramlan, Lc yang juga pernah bergabung dengan Hilal Ahmar dan menjadi sukarelawan selama beberapa hari mengungkapkan beberapa hal yang ditemuinya pasca perang 22 hari di Gaza.

Haris mengatakan, muslim Gaza adalah muslim yang sangat kuat dan tidak pantang menyerah. Meski sebenarnya dalam 22 hari penyerangan itu sebanyak 20.000 rumah hancur dan ribuan rakyat Gaza tidak mempunyai rumah, tapi hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk berjihad. Ia juga menjelaskan, Gaza sekarang menempa anak-anak di bawah umur dengan cara menghapalkan Al-Qur'an. Dengan para huffadz (orang yang hapal Qur'an) itu para penduduk Gaza yakin akan dapat mengusir Israel dari tanah mereka.

Sementara itu, Taryudi Kasimun, salah satu pakar Palestina di Kelompok Kajian SINAI juga menambahkan bahwa perang Gaza-Israel di awal Januari itu bukan pertama dalam sejarah kemanusian. Perang itu merupakan perang besar Palestina yang ke-7. Banyak kalangan yang mengatakan, meski perang itu merenggut ribuan nyawa penduduk Gaza, tapi tingkat kelahiran juga meningkat dan lebih banyak dari tingkat kematian perang Gaza.

Bookmark with:

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine