|
KBRI Cairo Perkenalkan Budaya Gorontalo di Mesir |
|
|
|
|
Ditulis oleh Nasrul Fahmi Zaki Fuadi
|
|
Selasa, 28 September 2010 20:01 |
|

dikbudcairo.org - Masih dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 65, sanggar seni De Tila Batayla, Gorontalo diundang KBRI Cairo guna mempromosikan seni budaya Indonesia bagian timur di Mesir. Sanggar asuhan Rivai Humonggio ini tampil di Damanhour Opera pada tanggal, 23 September 2010 dan el Gomhoreya Theater Cairo pada tanggal, 25 September 2010 .
Pada acara yang dihelat di el Gomhoreya Theater, baik WNI, pejabat Mesir maupun rekan perwakilan negara sahabat yang hadir tampak antusias menyaksikan kesenian asal pulau Sulawesi tersebut. Kesenian tersebut diantaranya; tari Molapi Saronde, Suasa, Lo Polo Palo dan adat budaya Pernikahan daerah setempat. Bahkan Dr. Hossam Nassar yang mewakili Kementrian Kebudayaan Mesir menyempatkan diri untuk menari bersama di atas panggung.
Adapun DUBES RI, AM. Fachir dan Dr. Hossam dalam pidato diplomasinya sama-sama menyampaikan upaya kedua Negara untuk menghangatkan kembali hubungan kedua negara yang telah terjalin selama 63 tahun. Keduanya juga tidak lupa me-review kembali bagaimana keakraban kedua negara saat itu, sehingga Indonesia merdeka pada 1945 dan Mesir pada 1952 yang tak lepas atas dukungan keduanya. Penampilan pengenalan budaya seperti malam ini sangat perlu guna meregenerasi kehangatan hubungan kedua negara, imbuh sang Ambassador.
Menanggapi keberadaan sekitar 4000 duta bangsa yang sedang mengenyam pendidikan di Mesir, utamanya di al Azhar, AM. Fachir berharap mereka juga bisa menjadi duta al Azhar dengan kemoderatannya dalam mengajarkan khazanah ke-Islaman di Indonesia nantinya.
Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:
|