|

dikbudcairo.org - Jadikanlah itu sebagai landasan untuk merancang kegiatan, hal itu yang disampaikan oleh Dubes RI Mesir, AM. Fachir dalam acara Halal Bihalal dan Takrim Mutafawwiqin KSW (Kelompok Studi Walisongo), 17/09/10. Selain dihadiri oleh ratusan warga KSW, turut hadir juga Presiden PPMI, Falahuddin, Atdik KBRI Cairo, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum, Minister Counsellor KBRI Cairo Drs. Muhammad Abdullah, M.A. dan Diplomat senior Burhanuddin Badruzzaman.
Seharusnya, kebijaksanaan KBRI dan kekeluarggan, menurut Dubes RI Mesir, bukan hanya mendorong orang yang berhasil saja, tetapi juga mencarikan solusi bagi orang yang kurang berhasil, karena kompetisi Indonesia ke depan akan sangat keras. Untuk itu, diharapkan seluruh masisir agar selalu berfikir untuk bisa survive (tahan banting) di mana saja mereka berada, karena orang yang survive akan selalu mencoba dan mencoba sampai ia berhasil.
Setelah sambutan dari Dubes RI Mesir, sebanyak 18 mahasiswa asal Jawa Tengah dipanggil untuk mendapat penghargaan atas keberhasilannya meraih prestasi yang membanggakan di Universitas Al Azhar. Dalam hal ini, Atdik KBRI Cairo, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum berkesempatan untuk membagikan piagam penghargaan. Atdik juga berpesan kepada seluruh masisir, khususnya dari kekeluargaan Jawa Tengah untuk menjadikan momen 'Takrim Mutafawwiqin' sebagai penyemangat bagi mahasiswa yang kurang baik prestasinya. Semua masisir mempunyai kesempatan yang sama sesuai dengan potensinya masing untuk berhasil dan sukses. Karena itu, tidak usah khawatir apabila saat ini dalam posisi rasib. Posisi ini dijadikan pelajaran yang berharga agar pada tahun-tahun mendatang tidak akan terjadi hal yang sama.
Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:
|