Selasa, 22 Mei 2012
PCINU – PCIM Bahas Hisab dan Rukyah di KPJ PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Nasrul Fahmi Zaki Fuadi   
Minggu, 05 September 2010 18:48

dikbudcairo.org - Jum'at, 3 September 2010, bertempat di Aula Wisma Keluarga Pelajar Jakarta (KPJ) Mesir, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) adakan buka bersama yang di kemas dengan dialog umum “Relavansi Hisab dan Rukyah”. Acara yang dimulai pada pukul 17.30 Clt. hingga 19.30 Clt tersebut menghadirkan dua pembicara yaitu Nasrun Jauhari, Koordinator Lembaga Batsul Masail (LBM) PCINU Mesir dan Musa Al Azhari, aktivis kajian Ilmu Falak AFDA (Association Falak of Deep Analysis) Pengurus Cabang Istimewa Muhamadiyyah (PCIM) Mesir.

Nasrun Jauhari dalam pemaparannya menyampaikan bahwa dalam menentukan awal bulan kalender Hijiriyyah, umat Islam menggunakan metode Rukyah, yaitu dengan melihat langsung Hilal (bulan sabit) seperti yang tertoreh dalam banyak hadits shohih. Namun, ia juga tidak memungkiri bahwa hasil Rukyah akan lebih akurat jika ditopang dengan Hisab (perhitungan astronomi) yang matang. Bagaimanapun, metode Hisab (observasi astronomi) harus ditinjau ulang dengan Rukyah di lapangan, imbuhnya.

Sementara itu, Musa Al Azhari dalam presentasinya memaparkan bahwa umat Islam tidak bisa menafikan kemajuan ilmu pengetahuan, yang dengannya kita bisa menentukan awal kalender Hijriyyah atau yang lebih dikenal dengan Hisab (perhitungan Astronomi). Menurutnya, metode ini lebih tepat digunakan di wilayah tropis seperti Indonesia , yang wilayah tersebut dipenuhi dengan awan dan kabut yang semakin mempersulit proses Rukyah.

Terkait dampak sosial masyarakat Indonesia yang timbul yaitu adanya beberapa kelompok umat Islam yang berbeda saat mengawali puasa di bulan Ramadhan dan berbuka pada Idul Fitri, kedua pembicara sepakat untuk mengikuti hasil sidang Isbat yang di laksanakan oleh Pemerintah.

Hadir pada acara tersebut sekitar 80 peserta yang terdiri atas warga Nahdlyyin, Muhammadiyyah dan Warga Jakarta di Mesir, juga hadir Atase Pendidikan, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum.  Di akhir acara sore tersebut, Hj. Sri Wahyuni, SE (Juara I Qori’ah Internasional di Teheran 2007) menyempatkan diri melantunkan ayat suci al Qur’an . Ia hadir di Mesir bersama rombongan Jam`iyyatul Qura’ wal Hufadz (JQH) Indonesia yang dipimpin oleh Dr. KH. A. Muhaimin Zen, M.Ag. (ketua umum JQH). Rombongan tersebut berada di Cairo guna mengikuti MTQ Internasional XVIII 2010 di Cairo. 

Bookmark with:

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine