Sabtu, 19 Mei 2012
PPI Wati Mesir Gelar Seminar Human Trafficking PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Nasrul Fahmi Zaki Fuadi   
Sabtu, 17 April 2010 19:14
dikbudcairo.org - Tanggap dengan fenomena sosial yang terjadi, Perwakilan Pelajar Islam (PPI) Wati Mesir menyelenggarakan Seminar Human Trafficking pada hari Kamis, 08 April 2010 bertempat di Aula Pasanggrahan KPMJB Cairo. Acara yang dilaksanakan mulai pukul 16.00 Clt. hingga 20.30 Clt. tersebut dirangkum dalam tema “Pelajar Berprestasi Peduli Sosial”.

Hadir sebagai pembicara utama, Thomas Ardian Siregar, sekretaris  Protokol dan Konsuler KBRI Cairo. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan definisi Human Trafficking menurut UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Beliau juga menginformasikan bahwa jumlah 5000-an TKI di Mesir yang diperkirakan oleh pemerintah setempat hanya sekitar 800 TKI yang terdata di KBRI dan 500 diantaranya merupakan tenaga profesional legal.

Sementara pembicara kedua, Nurman Abdul Bakrie, Lc. menyampaikan perihal Human Trafficking kaitannya dengan tanggung jawab sosial dalam pandangan Islam. Islam memberi solusi perlahan-lahan, tetapi pasti untuk menghapus bentuk perbudakan, yang diantaranya dengan memberikan pahala bagi pembebas budak dan menjadikan pembebasan budak sebagai salah satu hukuman pelanggaran ibadah tertentu, ungkap mahasiswa pascasarjana al Azhar tersebut.

Hamidah Citra Apriliani, ketua PPI wati Mesir 2010, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar yang dimoderatori oleh Desi Hanara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kepudulian terhadap fenomena Human Trafficking di Indonesia yang kian hari kasusnya semakin meluas. Sebagai mahasiswa, kita tidak boleh tutup mata dan harus tahu serta peka sosial, karena apa yang terjadi di lapangan lebih nyata dari pada diktat kuliah, imbuhnya.

Memeriahkan rangkaian acara pada sore tersebut, ditampilkan beberapa hiburan oleh Grup musik dan biola the fidle serta penampilan puisi teaterikal Rumah Budaya Akar yang kesemuanya bertajuk Human Trafficking.

Bookmark with:

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine

Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya: