Sabtu, 19 Mei 2012
Pelatihan Metodologi Penelitian untuk Mahasiswa Indonesia di Mesir PDF Cetak E-mail
Senin, 17 Agustus 2009 00:00
dikbudcairo.org - DPP-PPMI, Wihdah PPMI, dan KBRI Cairo bekerjasama untuk menyelenggarakan "Pelatihan Metodologi Penelitian dan Pengembangan Studi Islam” pada hari Sabtu dan Ahad, 15-16 Agustus 2009 di Pasranggahan KPMJB. Pelatihan ini merupakan pelatihan kedua bagi mahasiswa Indonesia jenjang S-1 yang sedang belajar di Universitas Al-Azhar di Mesir. Sebelumnya, juga telah dilaksanakan Pelatihan Metodologi Riset untuk mahasiswa S-2 yang sedang belajar di Mesir pada bulan April dan Maret 2009 yang lalu.

Narasumber pada pelatihan tersebut adalah Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA (Guru Besar dan Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Dr. H. Fuad Jabali, MA (Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Alumni Islamic Studies MCGILL University Canada). Materi yang disampaikan diantaranya adalah Pengantar Umum Prosedur dan Perkembangan Penelitian Keagamaan, Dinamika Islam di Indonesia, Strategi Pengembangan Studi Islam, Model-model Penelitian dan Pendekatan dalam Studi Islam, dan Teknik Penulisan Proposal dan Kerangka Penelitian.

Kegiatan yang diikuti 58 peserta utusan organisasai dan 150 anggota non utusan tersebut dibuka oleh Duta Besar RI, A.M. Fachir. Dalam acara tersebut juga diadakan dialog umum bertemakan "Dinamika Islam Indonesia Kontemporer" yang dilaksanakan pada hari jumàt, 14 Agustus 2009 di tempat yang sama. Dalam sambutannya, DUBES antara lain menegaskan bahwa mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir merupakan aset bangsa yang harus dipupuk wawasan pengetahuannya guna membangun tanah air kelak.

Sementara itu, Atase Pendidikan Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. dalam sambutannya antara lain mengungkapkan apresiasinya kepada antusias mahasiswa S-1 dalam mengikuti pelatihan tersebut. Beliau mengibaratkan kekayaan khazanah keilmuan yang dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Mesir sangat banyak. Artinya, para mahasiswa sudah memiliki objek material yang melimpah ruah. Akan tetapi, mereka belum mengetahui objek formalnya. Karena itu, analognya, mereka telah memiliki singkong bertruk-truk yang berserakan di mana-mana, tetapi mereka masih binggung bbagaimana cara mengolahnya agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Dengan alasan tersebut, maka diselenggarakan kegiatan pelatihan untuk membantu mahasiswa S-1 di Mesir agar mereka mengetahui cara mengelola dan mengolah kekayaan keilmuan yang dimiliki sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia di Indonesia khususnya dan di mana saja mereka berpijak.

Bookmark with:

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
LAST_UPDATED2